Selasa, 31 Januari 2012

mutan


" karokean ngapain bawa kamera ?!?! "
dan saya pun diam sesaat, lalu tersenyum kecil, kecil sekali.

Setelahnya, saya seperti hilang. Dan biasanya saya akan diam beberapa saat, tak dapat ditentukan lamanya. Lalu semua akan berjalan seperti biasa saja. Ya, cukup tahu aja.
Dari sana, sepertinya saya baru sadar, mungkin itu yang buat saya agak "mutan". Haha saya terlalu melankolis kalik ya.. cupu, sok-sok-an lu! haha

~padahal saya udah nyariin, manggilin bonang, (temen yang minjem kamera gw) nelponin dia, ngusahaain biar dapet tuh kamera, biar setidaknya abadi momen disana, tapi apa.. malahan.. hahaha

Senin, 30 Januari 2012



i could stay awake, just to hear you breathiiiing~

Sabtu, 21 Januari 2012

kata apa itu?

"ini foto siapa mas? pacarmu?" tanya ridwan, teman kampus saya.
Haha sepertinya saya baru ingat ada kata pacar di dunia ini.




nb: beberapa hari yang lalu sehabis menonton film "a moment to remember" saya menjadikan foto ini sebagai salah satu desktop background laptop. haha, nambah lagi deh :p ohya, ridwan agak lebay juga kayaknya :D

sepertinya jatuh lagi

Sesaat, memang terasa biasa saja. Namun lama kelamaan, layaknya tikus malam yang kelaparan, menggerogoti perasaan. Haha, saya hanya bisa tertawa kecil. Kecil sekali hingga tak terdengar. Tawa yang bila diteruskan semakin lama, membuat berat mata ini. Saya di jab Muhammad Ali tepat di pipi kanan sedikit keatas hampir mendekati pelipis mata, jatuh tersungkur terjerembab tak berdaya. Seperti tak tahu lagi apa yang musti dilakukan, atas semua yang sudah dilakukan. Ya, tak bisa melawan. Sama sekali.

Ini untuk ketiga kalinya, dari tiga percobaan. Seburuk itu kah saya? Iya lah jawabanya. Apa lagi?

Mereka bahkan telah memperingatkan saya sejak lama. Haha, saya tidak mengerti sepertinya. Karena saya berfikir sepertinya hal biasa, tak perlu segitunya. Tapi sekarang apa?

Kena !

Manager utama salah satu perusahaan kendaraan bermotor pabrikan Jepang, orang Indonesia, kalau tidak salah pernah berkata, “bakat itu tidak ada, semua bisa dirubah, semua bisa dipelajari, bila kalian memang benar-benar ingin merubahnya”. Wow cukup mengejutkan bung. Antusias sekali saya mendengarnya. Tapi pada akhirnya saya tetap tak percaya, sepenuhnya.

Kalau sudah begini, ingin ku berdiri di ketinggian 3km di atas laut itu, dan berteriak sekencang-kencangnya hingga serak. Walau tak memecahkan masalah, setidaknya telah memecahkan gelas-gelas disekitar dan memecahkan batu tidak jelas yang mengganjal.

Yaa

Mudah-mudahan saja suatu hari nanti, akan ada seseorang atau apa pun yang bisa membantu saya. Hingga pada harinya nanti, atau hari berikutnya, tak ada lagi tulisan tidak jelas seperti ini. 

Amin ya Rabbal Alamiin.

 ayogemust! mungkin kondisinya sama seperti screensaver pengingat saya ini muncul

Kecewa

Oke, kali ini saya akan bahas sedikit sebuah kata yaitu kata… kecewa. Perhatikan baik-baik ya..
kalo menurut kamus besar bahasa Indonesia (kbbi), kata kecewa yaitu..
ke·ce·wa /kecéwa/ a 1 kecil hati; tidak puas (krn tidak terkabul keinginannya, harapannya, dsb);
Kenapa sih seseorang kecewa? Di kamus itu tertulis, “karena tidak terkabul keinginanya, harapanya.” Yap, benar sekali. Kecewa terjadi seringnya karena kenyataan yang terjadi tak sesuai dengan ekspektasi orang tersebut. Contohnya :

“Saya kecewa tidak bisa hadir di konsernya katy perry akibat ketiduran”

Dari contoh tersebut, dapat diartikan bahwa ekspektasi orang tersebut ialah, ia dapat menghadiri konsernya katy perry. Tapi sayang kenyataanya tidak demikian. Ternyata Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Ia mengatur sedemikian hingga orang itu tertidur sehingga gak bisa nonton katy perry. Nahh, kalau ini contoh kecewa kepada sesuatu hal yang terjadi. Ada lagi yang namanya kecewa kepada orang/benda lain. Berikut contohnya :

“Saya kecewa dimas (teman samping kamar) tidak membangunkanku untuk nonton konser katy perry padahal aku telah mengingatkanya”

Berarti, orang tersebut berharap dan percaya dimas akan membangunkanya saat tidur, tapi kenyataanya dimas tidak, dan orang tersebut pun merasa kecewa terhadap dimas. 

Yap, itu dia contoh-contoh dari kecewa. Tau gak sih, (menurut saya) perasaan kecewa, khususnya kecewa terhadap orang/benda lain itu berbahaya lho ! lebih berbahaya ketimbang marah malahan. Kok bisa? Iya, soalnya kalo orang marah biasanya akan selesai begitu saja, ataupun selesai saat ada kata maaf disana. Intinya kalau sudah marah yaa, habis! tapi kalau kecewa? kalau seseorang kecewa itu akan berdampak lebih mengerikan. Orang yang terlanjur kecewa terhadap orang lain biasanya akan membuat kepercayaan orang tersebut kepada orang yang mengecewakanya menjadi turun, atau lebih parahnya hilang! (maaf bila bahasa terlalu ribet). Lalu, apa selanjutnya kalau sudah hilang kepercayaan? Ya habis! tidak akan ada lagi, meskipun mungkin bertubi-tubi kata maaf telah dilontarkan. Berbeda kan dengan marah? Lalu bagaiamana cara memperbaiki ini? Tidak ada jalan lain, ia harus membangun kepercayaan-kepercayan yang lain, atau bahkan di kasus yang sama. Itu pun kalau masih diberikan kesempatan. Kalau tidak? ya sudah.

Lalu dampak hilangnya kepercayaan? Umm…. ah, pasti anda tahu lah, cukup sulit untuk saya tuliskan disini. Yang jelas ia akan mencap, me-list dan menilai orang yang mengecewakanya tersebut… seperti, tidak layak… , tidak cukup… , tidak pantas… , tidak ada lagi…, dan masih banyak yang lainya.
Sangat-sangat mengerikan ya, kata kecewa, ini… :)

Oleh karena itu, saya sangat takuuut sekali mengecewakan orang lain. Terutama mereka. Takuuut setakutnya takut. Terlebih pada semester ini, semester yang penuh “lika-liku-hidup” menurut saya. Selain mereka, saya pun takut mengecewakan orang lain, dengan alasan yang sama tentunya. Oleh karena itu, saya akan mencoba sekuat saya, untuk tidak lagi mengecewakan orang lain, karena saya pun tau bagaimana dikecewakan. :)

~ semoga semester ini, saya tidak mengecewakan. Amiin ya Rabb. :)

Jumat, 20 Januari 2012

Rumus Sukses #6 (habis)

sebelumnya...

Nahh yg terakhir, untuk lingkaran yang mengelilingi kelima lingkaran yang ada, lingkaran ke-5 yang berwarna putih ialah doa dan orang tua. Kenapa mengelilingi ke empat lingkaran? Karena doa dan orang tua ialah kunci kita dalam melakukan ke 4 hal tersebut. Semua karena Allah dan orang tua ! Jadi tiap kita melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, harus didasari doa dan orang tua. Keinginan yang kuat berasal dari mereka, tak pernah lupa berdoa dan meminta ridho orang tua ketika ingin mendapatkan skill, disaat kita fokus dalam menjalankan proses, dan yang terakhir sabar lagi-lagi karena Allah. Lalu kenapa hanya orang tua? Karena Ridho-nya Allah ialah Ridho-nya orang tua. Sehingga bila kita telah berusaha begitu kerasnya, berdoa kepada-Nya, tapi apabila orang tua tidak me-ridho-i, ya tak akan pernah manisss hasilnya :]

Berdoa meruapakan hal yang sepele memang, karena  bagaimana Allah ingin memberi bila kita tidak meminta, terkesan sombong jadinya kan? Oleh karena itu, berdoalah dengan perasaan seperti tidak akan dikabulkan namun penuh harapan untuk dikabulkan. Yup, jadinya setengah-setengah. Tidak menjadi sangat yakin dikabulkan (sombong) dan tidak pula terlalu pesimis untuk dikabulkan. Beradalah di kedua-duanya.
Ohya, orang tua dalam hal ini bukan hanya doa mereka yang terkenal luar biasa itu, tapi juga keseluruhan dari mereka. Saran, masukan, larangan, perhatian dan bentuk-bentuk sayang yang lain. Baik lagi jika ditambah membuat senang mereka, niscaya urusan pun makin lancarr. Amiin.

Yap, bila kelima lingkaran tersebut telah kita jalani, maka kita hanya tinggal menunggu, menunggu kesuksesan datang sendiri kehadapan kita dengan manisss nya. Ayo kita ambil hak sukses kitaa!  :]

 Yes!
~ Oke, mungkin itu yang bisa saya kasih. Tapi tetep, keputusan ada ditangan anda, kita. Dan bila didalamnya ada salah atau tak sesuai mohon maaf, semoga bermanfaat ! (liat lagi paragraf pertama, rumus sukses #1)

5 cm ke negeri 5 menara

 
Yossss 2 buku dari sekian dikit buku yang saya baca akhirnya di film-kan ! Wuuw. Eh, sebenernya total buku yang udah saya baca, kecuali buku kuliah (ehm), semuanya di film-in loh ! Keren kan?? Haha oke biasa aja sih. Toh, mereka juga milem-in bukan karena suruhan saya. Tapi setidaknya berarti buku-buku yang saya baca buku pilihan kan? haha (bangga) 
Yup, setelah sebelumnya udah ada Harry Potter, Laskar pelangi, Sang Pemimpi dan Kambing Jantan, kini ditambah lagi novel "5 cm." karangan Donny Dhirgantoro dan "Negeri 5 Menara" karangan Ahmad Fuadi yang bakal di film-in. Yess udah gak sabar ngeliat 5 anak tiduran di bawah menara, keluar asrama buat ngegodain cewe di SMA sebeleh, atau pas bercanda di depan tenda, di depan danau paling keren sedunia, ranu kumbolo, ngobrol ngalur ngidul bareng di lapangan basket sekolah, banyak dah !
Yoss ! pokoknya 2 film ini wajib ditontooooooooooon !

nb : setiap buku yang di filmkan, kebanyakan berakhir kekecewaan. Karena apa? karena imajinasi kita itu pasti lebih liar ketimbang interpretasi kumpulan orang disana :]

Minggu, 15 Januari 2012

Rumus Sukses #5

Lingkaran yang terakhir, yang berwarna hijau, ada kunci terakhir, sabar. Sesuatu hal yang kadang dilupakan seseorang setelah semua usaha dilakukan, berliter keringat dikucurkan.
Kesuksesan yang dinanti tak kunjung diraih, tempat yang diharapkan tak kunjung didapatkan, justru sebaliknya, hanya kesialan-kesialan, kegagalan-kegagalan yang kita dapat. Nah, disaat seperti itu biasanya kita sudah down. Kita sudah mulai suudzan kepada-Nya dan terus menyalahkan-Nya, menyalahkan takdir-Nya. Hah ! itu salah besar !
Yes, jika memang usaha dan doamu telah dilakukan, mungkin ada dua hal yang musti dilakukan. Pertama, koreksi lagi apakah ada yang salah dalam prosesnya, contohnya seperti, punya salah yang menyakiti orang lain dan belum dimaafkan? Punya utang yang belo dibayar? Punya janji yang belom ditepatin? Atau pernah menempuh jalan yang tidak dibenarkan dalam prosesnya? Nah mungkin itu penyebabnya. Yang kedua, kalo semua dirasa udah bener, kita hanya tinggal.... yak, bersabar ! Allah pasti punya rencana manisss untuk anda, kita. Kenapa lama? Mungkin nih, Ia juga bingung mau milihin yang mana yang paling indah buat kita, jadinya agak lama (maaf, hanya perumpamaan). Atau memang sengaja ditunda karena Ia sayang sama kita. Dan ketahuilah, Ia pun telah berjanji kepada orang-orang yang bersabar, “Man Shabara Zhafira” yang artinya, “Siapa yang bersabar akan beruntung”.
Satu lagi, “Nastainu bi sobri wa shalat” artinya “Mintalah kepada Kami dalam sabar dan salat”
Jadi? Masih punya alasan lain?

rumus sukses #4

 sebelumnya...

nah, setelah punya keinginan yang kuat dan kemampuan menunjang, apakah itu cukup??  tentuu saja tidak. Masih ada lagi hal tersulit dalam proses menuju kesuksesan anda, kita. Hal yang paling banyak ditinggalkan orang (saya), seringnya dilupakan, diremehkan, dianggap enteng, paling banyak dibuat toleransinya, paling sukar realisasinya, paling sering disumpahi untuk diulang, yes itulah FOKUS !
Setelah ada keinginan yang kuat dari dalam diri kita, ditambah kemampuan kita yang mumpuni, fokus adalah satu hal lagi yang musti kita lakuin. apa sih itu fokus?

Fokus itu.... umm... ah susah buat ditransformasiin ke kata-kata. Karena saya sendiri juga masih jauh, jauuh sekali sama yang namanya fokus.

Ohya, yang saya tahu, ternyata Sang Pencipta juga menaruh perhatian lebih kepada 5 kata ini, fokus. Kalo saya mengartikanya, kata fokus Ia kemas menjadi lebih spesifik, yaitu sungguh-sungguh. Yap, mungkin itu arti fokus. Bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu, bersungguh-sungguh dalam mewujudkan sesuatu. Do the best ! Ganbadio ! lakukan yang terbaik ! Karena InsyaAllah Ia udah berjanji, “Man jadda wa jada” yang artinya, “Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses”. Hah, luar biasa, Allah Maha Besar, lagi Maha Mengetahui.

Setelah ada janji-Nya tersebut, lalu, apa lagi yang kita tunggu? apa lagi yang kita cari? apa lagi yang kita gelisahkan?

Godaan, gangguan, dan rayuan setan lah yang menjauhkan diri kita dari nikmatnya bersungguh-sungguh, nikmatnya proses menuju kesuksesan. Kadang, godaan muncul hingga melupakan kita akan mimpi-mimpi kita. Gangguan muncul hingga kita terbuai dan terlena, membuat kita jadi terbiasa, hingga setan mungkin tak perlu lagi menggoda, astaghfirullah.

Fokus terhadap pencapaian suatu target memang perlu latihan. Dengan semakin mudahnya kita mendapatkan informasi karena teknologi yang ada sekarang ini, semakin susah untuk kita bisa fokus hanya terhadap satu hal. Banyak gangguan, banyak godaan…makanya saya bilang, untuk bisa fokus butuh latihan.

Ingat kembali tujuan awal kita, ingat lagi mimpi indahnya, ingat lagi orang-orang di sana yang menunggu untuk kamu buat tersenyum nantinya, semoga dengan mengingatnya kita dapat kembali fokus setelah apa yang udah terjadi. Karena komitmen sebenarnya adalah hanya merupakan efek yang timbul secara otomatis kalau kamu memiliki keinginan yang kuat untuk pencapaian arti suksesmu.

Tapi ingat, jangan terlalu mengejarnya, jangan terlalu memikirkan dunia, karena toh gak selamanya kita hidup di dunia. Yes, Man jadda wa jada !




 
Design by Muhammad Dimas Rahman Affandi | Bloggerized by campredodellaconcetta - samid namhar - @midsamid | Lampung-Jogjakarta-Indonesia